*Dalam perjalanan menuju kesuksesan tidak perlu punya tujuan
Lho
saya memilih tidak punya tujuan, kenapa anda yang keberatan? Begitu
sanggahnya ketika seorang wartawan menanyakan tujuannya sebagai
pebisnis.
Tidak
masuk akal Oom kalau tidak punya tujuan…kejar si wartawan lagi. Kenapa
tidak masuk akal? Buktinya saya bisa, tanpa tujuan. Penolakan si
wartawan terhadap pendapat Oom Bob dikatagorikannya sebagai salah satu
belenggu hidup. Belenggu seperti ini biasanya berasal dari ilmu
manajemen yang mengatakan setiap orang dan organisasi harus menentukan
sebuah tujuan sebelum melangkah dan bertindak. Saya bilang nonsense…kata
Oom Bob!!
Dengan
adanya tujuan, maka seseorang hanya tertuju pada satu titik yang
namanya tujuan. Dia tidak akan berusaha untuk mendapatkan hasil yang
melebihi titik tersebut. Padahal potensi setiap orang sangat mungkin
melewati titik tersebut. Jadi sayang dong kemampuan saya, bila harus
dipaku oleh tujuan. Maka, Oom Bob memilih tidak punya tujuan.
*Kedua tidak usah bikin rencana-rencanaan karena rencana adalah bencana
Menurut
Bob Sadino, rencana hanya berlaku bagi orang yang belajar manajemen. Ia
beranggapan bahwa rencana itu linier dari A, B, C, D, sampai Z.
Sedangkan dalam hidup atau bisnis, jalannya berkelok-kelok, tidak ada
yang lurus dan terlalu urut. Sayangnya, rencana-rencana itulah yang
diajarkan di sekolah. Padahal, menurutnya, rencana adalah “racun” yang
akan merusak otak.
Ia
membiarkan hidupnya mengalir seperti air, tanpa tujuan dan rencana.
Sebab, ia berpikir bahwa jika ia memiliki tujuan dan rencana dalam
hidupnya, ia akan terbebani oleh tujuan dan rencana tersebut.
*Janganlah mencari untung dalam bisnis tapi carilah rugi!?
Dalam
bukunya “Belajar Goblok Dari Bob Sadino” Oom Bob mengatakan bahwa ia
menjalankan bisnisnya dengan tujuan mencari kerugian. Suatu hal yang
sama sekali tidak masuk akal buat orang kebanyakan. Dimana ada orang mau
berbisnis dengan tujuan rugi. Dari jaman kuda gigit besi sampai jaman
kuda gigit french fries orang-orang berbisnis pasti mencari untung.
Kenapa
orang beranggapan seperti itu? Menurut Bob Sadino kebanyakan orang
sudah terbelenggu oleh pikirannya sendiri. Dia dibelenggu begitu kuat
untuk berpikir dalam zona nyaman dan linear. Coba simak ilustrasi
berikut ini, begitu pembelaan Oom Bob dalam bukunya: Di depan anda ada
sebuah gelas berisi air yang sudah diteguk setengah isinya.
Pertanyaannya apakah gelas itu setengah isi atau setengah kosong?
Mungkin kebanyakan jawaban anda setengah isi, sementara yang lainnya
menjawab setengah kosong atau anda menjawab bisa setengah isi bisa
setengah kosong.
Sekarang
jawab pertanyaan ini, orang berbisnis mencari apa? Sebahagian besar
pasti mencari untung. Lalu pertanyaannya apakah orang berbisnis selalu
untung? Tentu tidak, kadang-kadang bisa rugi juga toh!? Kembali ke
laptop [gelas tadi]. Berarti jawabannya bisa setengah isi bisa setengah
kosong. So kalau begitu ketika berbisnis pun boleh dong orang mencari
untung atau mencari rugi. Karena peluangnya selalu terbuka untuk kedua
kemungkinan tersebut. Jadi kenapa anda bilang kalau saya berbisnis
mencari rugi tidak masuk akal? Ujar Oom dengan senyum manisnya.
*Jangan jadi orang pintar kalau tidak mau kepintaran anda akan mengoblokkan anda
Orang
goblok biasanya lebih berani dibanding orang pintar. Kenapa? Karena
orang goblok sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan.
Nothing to lose. Sebaliknya orang pintar terlalu banyak pertimbangan.
Tak jarang saking banyaknya ia membuat pertimbangan sampai-sampai tidak
bertindak-tindak. Sukses butuh orang-orang yang berani terlebih lagi
berani mengambil tindakan. Coba pelajari apa yang dilakukan orang-orang
yang sudah sukses mereka semua adalah orang-orang yang bernyali.
*Jangan sekolah tinggi-tinggi kalau mau cepat sukses jadi pengusaha
Kampus
ada tempat dimana setiap siswa didalamnya mendapat teori dan informasi
yang diinventarisir. Informasi itu sendiri adalah suatu story yang telah
terjadi beberapa saat lalu, bulan lalu bahkan beberapa tahun lalu. Dan
kalau saja informasi itu dianalogikan sebagai makanan tentu itu sudah
usang dan basi. Informasi adalah makanan yang busuk. Otak hanya diisi
dengan makanan busuk atau sampah.
Kampus mengajarkan kita utk tahu, jalanan mengajarkan kita untuk bisa!
*Carilah kegagalan sebanyak-banyaknya
Sebagian
mungkin akan mengerutkan kening membaca cara sukses yang satu ini. Koq
bisa begitu? Memang begitulah sesungguhnya. Buat Bob Sadino, kalau anda
mau berhasil ya carilah kegagalan sebanyak-banyaknya. Karena sukses itu
hanyalah sebuah titik di puncak segunung kegagalan.
Kebanyakan
orang menghindari kegagalan dan dicarikan jurus anti-nya. Sekolah
mengajarkan agar semua muridnya menghindari kegagalan. Hukum ekonomi pun
menyebutkan resiko sekecil-kecilnya untuk untung yang sebesar-besarnya.
Padahal semakin banyak kegagalan justru kemungkinan untuk berhasil kian
besar. Oom Bob justru memilih resiko sebesar-besarnya ujarnya penuh
optimis.
*Tidak pake syarat-syaratan, jadi pengusaha tidak harus begini tidak harus begitu
Gobloknya
orang pintar menurut Oom Bob membuat syarat ini dan itu untuk menjadi
seorang pengusaha. Bagi pria nyentrik ini pengusaha harus bebas tekanan,
merdeka, terserah mau kemanapun dia melangkah. Tidak boleh ada syarat
tegas Bob Sadino. Tidak boleh ada kata “HARUS”. Harus begini dan harus
begitu. Harus punya ini dan punya itu.
*Jangan mencari pasar tapi ciptakan!
Kebanyakan
dari kita yang mau berbisnis selalu mencari pasar, mencari apa yang
sedang trend tidak begitu halnya dengan Bob Sadino. Pasar koq dicari
katanya, pasar itu tidak dicari melainkan harus diciptakan. Kalau mau
jadi market leader, seorang pengusaha harus mampu menciptakan
pasar, dijamin dia akan menjadi penguasa pasar yang diciptakannya
tersebut. Kalau hanya jadi follower pasti akan lebih susah menjadi pemimpin pasar.
Menurut
Oom Bob keberanian menciptakan pasar menjadi kunci untuk keberhasilan
menghadapi ketatnya persaingan bisnis. Sayangnya hanya segelintir orang
yang punya keberanian untuk menciptakan pasar.
Terima kasih sudah membaca artikel “Cara Jadi Orang Sukses ala Bob Sadino“ semoga kesuksesan menyertai anda dalam banyak hal!____salam bijak palsu!
sumber : kompasiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar